Lewati ke konten utama

Pendaftaran PMB 2026/2027 · 1 Mei–30 Agustus 2026

Logo ITBKM Muna BaratITBKM Muna Barat

Pengabdian

Optimalkan Potensi Lokal, KKN Kolaborasi Olah Daun Kelor Jadi Puding Bernilai Ekonomis

Oleh MUFIDAH-UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN
Mahasiswa KKN dan warga Desa Waulai bersama-sama melakukan proses pembuatan puding sehat berbahan daun kelor.
Mahasiswa KKN dan warga Desa Waulai bersama-sama melakukan proses pembuatan puding sehat berbahan daun kelor.

Optimalkan Potensi Lokal, Mahasiswa KKN Kolaborasi Olah Daun Kelor Jadi Puding Sehat dan Bernilai Ekonomis di Desa Waulai

MUNA BARAT — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA) menggelar program inovatif di Desa Waulai, Kecamatan Barangka, Kabupaten Muna Barat, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (4/9/2026). Program pengabdian masyarakat ini menghadirkan pelatihan pembuatan puding berbahan dasar daun kelor (Moringa oleifera) yang ditujukan bagi para ibu rumah tangga dan warga setempat.

Program ini diinisiasi oleh kelompok mahasiswa lintas perguruan tinggi yang tergabung dalam Kelompok 8 KKN Desa Waulai. Kolaborasi ini melibatkan lima institusi pendidikan Muhammadiyah, yakni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton), Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari), Institut Teknologi Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Wakatobi, serta Institut Teknologi Bisnis dan Kesehatan Muhammadiyah (ITBKM) Muna Barat.

Mengubah Tanaman Pekarangan Menjadi Camilan Bergizi Tinggi

Tanaman kelor dikenal memiliki persebaran yang melimpah di pekarangan warga Desa Waulai, namun pemanfaatannya selama ini dinilai belum optimal dan kerap sebatas sayur bening atau bahkan terabaikan. Melalui pendekatan saintifik dan kuliner kreatif, tim mahasiswa mentransformasikan daun kelor menjadi olahan puding bertekstur lembut dan bercita rasa ramah keluarga.

Inovasi ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan asupan nutrisi mikro harian warga, khususnya dalam pencegahan stunting pada anak tetapi juga dirancang agar memiliki nilai komersial sehingga berpotensi dikembangkan sebagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) rintisan desa.

Koordinator Desa (Kordes) sekaligus Ketua Kelompok 8 KKN Desa Waulai, Komang Murjana, menegaskan bahwa esensi dari pengabdian ini bertumpu pada transfer pengetahuan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami hadir di Desa Waulai bukan sekadar untuk menggugurkan kewajiban akademik maupun menuntaskan formalitas program kerja semata. Lebih dari itu, kehadiran kami diharapkan mampu mentransfer pengetahuan aplikatif, membimbing warga melihat potensi dari hal-hal di sekitar yang kerap terabaikan, lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai guna dan bernilai ekonomi,” ungkap Komang Murjana di sela-sela kegiatan.

Respons Antusias dan Harapan Keberlanjutan

Pelatihan yang dihadiri oleh kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan masyarakat umum ini disambut dengan antusiasme tinggi. Warga diajarkan tahapan pemilihan daun kelor berkualitas, teknik ekstraksi untuk mengurangi aroma langu khas daun, hingga teknik pengemasan higienis yang menarik daya beli pasar.

Kepala Desa Waulai, Musafar, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian para mahasiswa lintas daerah tersebut dalam mendorong kemandirian pangan dan ekonomi warga.

“Pemerintah desa dan masyarakat Desa Waulai menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas wawasan serta keterampilan baru yang dibagikan oleh adik-adik mahasiswa. Inovasi puding kelor ini membuka cara pandang baru bagi warga kami, khususnya ibu-ibu, bahwa bahan pangan lokal di pekarangan rumah dapat diolah menjadi camilan sehat sekaligus peluang usaha yang menjanjikan,” tutur Musafar.

Sinergi akademik lintas universitas ini menjadi bukti nyata implementasi caturdarma perguruan tinggi, di mana ilmu pengetahuan diintegrasikan langsung untuk menjawab kebutuhan riil masyarakat pedesaan. Diharapkan pasca-kegiatan ini, produk olahan puding daun kelor dapat terus diproduksi secara mandiri oleh masyarakat dan menjadi salah satu komoditas olahan unggulan khas Desa Waulai.

Baca Selanjutnya

Berita terkait