Lewati ke konten utama

Pendaftaran PMB 2026/2027 · 1 Mei–30 Agustus 2026

Logo ITBKM Muna BaratITBKM Muna Barat

Pengabdian

Inovasi Mesin Pemipil Jagung Berbasis K3 Tingkatkan Produktivitas Petani Desa Lakabu

Oleh Humas ITBKM Muna Barat
Foto Bersama Masyarakat Desa Lakabu
Foto Bersama Masyarakat Desa Lakabu

Inovasi mesin pemipil jagung berbasis K3 hadir di Desa Lakabu untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjamin keselamatan petani dalam proses pemipilan jagung.

LAKABU – Proses pemipilan jagung yang selama ini dilakukan secara tradisional menjadi salah satu tantangan yang dihadapi Kelompok Tani Jagung Samaenre di Desa Lakabu. Para petani sebelumnya masih menggunakan tangan atau memukul jagung dengan benda tumpul seperti besi dan kayu, sehingga berisiko menyebabkan cedera dan kelelahan.

Dengan hasil panen yang dapat mencapai sekitar satu ton per petani, metode manual hanya mampu menghasilkan sekitar 20–50 kilogram jagung pipilan per jam. Selain kurang efisien, metode tersebut juga menyebabkan tingkat kerusakan biji mencapai 10–15 persen. Kondisi ini berpotensi membuat jagung menumpuk, lembap, hingga berjamur dan akhirnya menurunkan harga jual.

Menjawab permasalahan tersebut, tim akademisi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Inovasi Mesin Pemipil Jagung Berbasis K3 untuk Meningkatkan Produktivitas dan Keselamatan Kerja Petani di Desa Lakabu”. Program ini didukung pendanaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan serta Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat melalui platform BIMA (DRTPM) tahun pendanaan 2026, dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) ruang lingkup Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP).

Ketua Tim Pelaksana, Fajirin Alamsyah, menjelaskan bahwa inovasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kecepatan produksi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan dan kesehatan kerja petani.

“Fokus utama kami bukan sekadar membuat mesin pemipil yang cepat, tetapi menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi petani,” ujar Fajirin Alamsyah.

Dalam pelaksanaannya, Fajirin didampingi oleh Roi Kasturi dan Samsinar. Program ini juga melibatkan empat mahasiswa dari Program Studi Teknik Sipil dan Administrasi Kesehatan ITBK Muhammadiyah Muna Barat. Para mahasiswa turut mendampingi pelatihan, melakukan dokumentasi, serta melaksanakan survei lapangan.

Kolaborasi lintas disiplin tersebut memberikan kontribusi dalam pengembangan dan penerapan inovasi. Mahasiswa Teknik Sipil berperan dalam memastikan mesin memiliki konstruksi yang kokoh, ergonomis, serta dilengkapi pelindung mesin yang memadai. Sementara itu, mahasiswa Administrasi Kesehatan memberikan edukasi mengenai penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), termasuk teknik mengangkat beban dan menjaga postur tubuh untuk mengurangi risiko cedera muskuloskeletal.

Kelompok Tani Jagung Samaenre menyambut inovasi tersebut dengan antusias. Sosialisasi program, pelatihan K3, pelatihan pengoperasian mesin, hingga proses pembuatan dan perakitan mesin telah diselesaikan oleh tim bersama para mahasiswa.

Tahap berikutnya adalah implementasi mesin secara langsung di lapangan yang akan disertai pendampingan dan evaluasi berkala. Evaluasi akan mencakup produktivitas, kualitas hasil pipilan, serta kepatuhan petani terhadap prosedur K3.

Melalui penggunaan mesin tersebut, tim menargetkan tingkat kerusakan biji jagung dapat ditekan hingga di bawah 5 persen, dibandingkan kondisi sebelumnya yang mencapai 10–15 persen. Peningkatan kualitas dan keseragaman biji diharapkan dapat membantu meningkatkan nilai jual hasil panen petani.

Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat dalam menghadirkan inovasi yang dapat memberikan dampak langsung bagi produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa. Penerapan teknologi tersebut juga tetap menempatkan keselamatan dan kesehatan kerja petani sebagai bagian penting dalam proses peningkatan produktivitas.

Foto lainnya

Sosialisasi Kepada Masyarakat Desa Lakabu
Sosialisasi Kepada Masyarakat Desa Lakabu
Mesin Pemipil Jagung
Mesin Pemipil Jagung

Baca Selanjutnya

Berita terkait